Tentang

A dreamer whom dare to dream big.

My name is Fitri Komariah. A first born daughter from a countryside couple. Finished her undergraduate degree in Accounting. Working as a financial consultant for SME in East Kalimantan.

My Thoughts

Don’t stop until you find another dream.

Anonim

Man jadda wa jadda

Anonim

Don’t cry because it’s over.

Dr. Seuss

Want to know more?


  • Surat Untuk Anak Rantau
    Judul ini terpikir setelah membaca bab di buku Alvi Syahrin “Jika kita tak pernah jadi apa-apa”. Jujur, untuk seorang anak Rantau bab itu sangat tidak relate dengan ku. Hey,, memang tidak semua anak Rantau sama. Tapi membaca bab ini, menyadari ku akan satu hal. Apa mungkin begitu yg selalu orang tua ku rasakan setiap melepasLanjutkan membaca “Surat Untuk Anak Rantau”
  • Married or Just Married
    Hi, sepertinya kali ini aku tertarik untuk membahas beberapa hal terkait dengan tema ini. So without further a do, let’s go! OK. So, suatu hal yang bertema kan pernikahan pasti ribet dan memusingkan kepala. Itu benar sekali. Bahkan sebelum mengambil keputusan untuk menikah juga tak kalah pusing. Mari bicarakan satu persatu. Di mulai dari keputusanLanjutkan membaca “Married or Just Married”
  • Season berganti
    Hi there. Season berganti. Tapi perasaan ku kok tetap sama yaa. Aku sempat berpikir kalau rasionalitas ku itu salah. Dan tidak seharusnya aku begitu. Tapi aku sadar kalau tidak ada yang bisa menyalahkan pemikiran seseorang. Termasuk pemikiran ku sendiri. This sound funny. But knowing what you’ve been sayin itu malah ngebuat aku feeling something ILanjutkan membaca “Season berganti”
  • Lupa yang tidak bisa di lupa
    Otak manusia dengan segala kemampuan mengingatnya. Kadang ku sesali kenapa susah untuk melupa. Lupa akan rasa yang sudah tak bisa. Izinkan sepatah kata yang tertulis ini mewakili semua. Bahwa pernah ada rasa. Rasa yang sudah ku jaga namun tetap tak bisa. Memang ini mau ku. Wanita egois yang tak tau diri. Yang hanya memikirkan diriLanjutkan membaca “Lupa yang tidak bisa di lupa”
  • Dilan ku..
    Malam sudah berganti pagi. Satu hari lagi terlewati. Tapi hati ini tetap sepi. Memang ku biarkan kau pergi. Bukan maksud hati ini tapi bukan pula raga ini menyesali. Hanya tertinggal memori. Dari aku yang merindu suara mu. Tawa dan canda mu.